7 Perkara Perlu Dipersiapkan Sebelum Kunjungan Ramadhan?

searching_for_ramadan_crescent_x_1439_ah_by_kauthar_sharbini-dcbimml

Mencerap anak bulan Ramadhan ~ designed by Kauthar Shahbini

Tak terasa kita bulan Sya’ban bakal melabuhkan tirai meninggalkan kita. Sebentar lagi kita akan dikunjungi bulan Ramadhan sebagai tetamu yang dirindui. Setelah sekian lama kita berpisah, kini ia hadir menghampiri kita. Bagi seorang muslim, sudah tentu Ramadhan akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur, kerana Ramadhan bulan maghfirah, rahmat dan musim menuai pahala serta sarana menjadi orang yang bertakwa.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan, agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa.

ramadan_kareem_with_danbo_by_cormozy-dcbiql9

Designed by Cormozy

Menyambut Kedatangan Ramadhan.

Jadi, bagaimana sebenarnya cara kita menyambut Ramadhan? Apa yang mesti kita persiapkan dalam hal ini? Maka tulisan ini cuba memberi jawapan dari pertanyaan tersebut. Menurut penulis, banyak hal yang perlu dilakukan dalam rangka persiapan menyambut kedatangan Ramadhan, iaitu: Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan memborong berbagai macam makanan dan minuman lazat lagi mengiurkan di bazar-bazar Ramadhan untuk persiapan makan sahur dan balas dendam ketika berbuka puasa. Juga bukan dengan mengikuti perbagai rancangan television yang lebih banyak merosak dan melalaikan manusia dari mengingat Allah SWT daripada manfaat yang diharapkan, itupun kalau ada manfaatnya. Bukan pula pergi ke pantai menjelang Ramadhan untuk rekreasi, makan-makan dan bermain-main.

#1 PERTAMA, Berdoa kepada Allah SWT

Hal ini, sebagaimana yang dicontohkan para ulama salafus soleh. Mereka berdoa kepada Allah Swt dengan sungguh-sungguh agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya dan selama enam bulan berikutnya mereka berdoa agar puasanya diterima Allah SWT.

Oleh kerana berjumpa dengan bulan ini merupakan nikmat yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Allah SWT. Mu’alla bin al-Fadhl berkata, “Dulunya para salaf berdoa kepada Allah Ta’ala (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan berikutnya agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka kerjakan” (Lathaif Al-Ma’aarif: 174)

Antara doa mereka itu adalah: ”Ya Allah, serahkanlah aku kepada Ramadhan dan serahkan Ramadhan kepadaku dan Engkau menerimanya kepadaku dengan kerelaan”. Dan doa yang masyhur: ”Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.

[wpedon id=”3454″ align=”center”]

#2 KEDUA, Ganti puasa tahun lalu.

Sudah seharusnya kita mengqadha puasa sesegera mungkin sebelum datang Ramadhan berikutnya. Namun kalau seseorang mempunyai kesibukan atau halangan tertentu untuk mengqadhanya seperti seorang ibu yang sibuk menyusui anaknya, maka hendaklah ia menggantikan hutang puasa tahun lalu pada bulan Sya’ban.

Sebagaimana yang dipercontohkan oleh Aisyah r.a tidak dapat mengqadha puasanya kecuali pada bulan Sya’ban. Menunda qadha puasa dengan sengaja tanpa ada uzur syar’i sampai masuk Ramadhan berikutnya adalah dosa, maka kewajibannya adalah tetap mengqadha, dan ditambah kewajiban membayar fidyah menurut sebagian ulama.

#3 KETIGA, Persiapan keilmuan (memahami fekah puasa).

Mu’adz bin Jabal r.a berkata: ”Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, kerana mencari ilmu kerana Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah memberi komentar akan atsar di atas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.

Oleh karena itu, suatu amal perbuatan tanpa dilandasi ilmu, maka kerusakannya lebih banyak daripada kebaikannya. Maka dalam hal ini, hanya dengan ilmu kita dapat mengetahui cara berpuasa yang benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW.

Begitu juga ilmu sangat diperlukan dalam melaksanakan ibadah lainnya seperti wudhu, shalat, haji dan sebagainya. Maka, menjelang Ramadhan ini sudah sepatutnya kita untuk membaca buku fiqhus shiyam (fekah puasa) dan ibadah lain yang berkaitan dengan Ramadhan seperti shalat tarawih, i’tikaf dan membaca al-Quran. Buku yang digalakkan untuk kita membaca juga adalah Maqasid Puasa karangan Imam ‘Izz Al-Din Ibn Abd Salam.

#4 KEEMPAT, Persiapan jiwa dan spiritual.

Persiapan yang dimaksudkan di sini adalah mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah agung lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya, iaitu dengan hati yang ikhlas serta mendirikan ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunnah Rasulullah SAW.

Persiapan jiwa dan spiritual merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam upaya untuk memetik manfaat sepenuhnya dari ibadah puasa. Penyucian jiwa (Tazkiayatun nafs) dengan perbagai amal ibadah dapat melahirkan keikhlasan, kesabaran, tawakal, dan amalan-amalan hati lainnya yang akan menuntun seseorang kepada jenjang ibadah yang berkualiti. Salah satu cara untuk mempersiapkan jiwa dan spritual untuk menyambut Ramadhan adalah dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan sebelumnya, paling minima di bulan Sya’ban ini seperti memperbanyak puasa Sunnat.

Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban merupakan sunnah Rasul saw. Aisyah ra, beliau berkata, “Aku belum pernah melihat Nabi saw berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat Nabi saw berpuasa sebanyak yang ia lakukan di bulan Sya’ban. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, dari Usamah bin Zaid r.a ia berkata, aku bertanya, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada bulan-bulan lain yang sesering pada bulan Sya’ban”. Beliau bersabda, “Itu adalah bulan yang diabaikan oleh orang-orang, iaitu antara bulan Ra’jab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Rabb semesta alam, maka aku ingin amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Nasa’i dan Abu Daud serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)

#5 KELIMA, Persiapan dana (kewangan).

Pada bulan ini setiap muslim dianjurkan memperbanyak amal shalih seperti infaq, sedekah dan ifthar (memberi makanan untuk berbuka kepada orang berpuasa).  Sungguh lumayan pahalanya atas amalan infaq di bulan Ramadhan ini.

global_financial_services_by_sotogroup-dcbhc7y

Pictured by Sotogroup

Oleh karena itu, sebaiknya dibuat sebuah agenda maliah (kewangan) yang memperuntukkan dana untuk sedekah, infaq serta memberi ifhtar selama bulan ini. Moment Ramadhan merupakan moment yang paling tepat dan utama untuk menyalurkan ibadah maliah kita. Ibnu Abbas r.a berkata, ”Nabi Saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan.” (H.R Bukhari dan Muslim). Termasuk dalam persiapan maliah adalah mempersiapkan dana agar dapat beri’tikaf dengan tanpa memikirkan beban ekonomi untuk keluarga. Seandainya anda orang yang berkelayakkan untuk mengeluarkan zakat, keluarkanlah zakat pada bulan Ramadhan, berbanding memilih bulan-bulan yang lain.

#6 KEENAM, Persiapan fizikal.

Persiapan fizikal bermaksud menjaga kesihatan diri anda. Persiapan ini penting agar tubuh badan tetap sehat dan kuat di bulan Ramadhan malah kekal bertenaga. Kesihatan merupakan modal utama dalam beribadah. Orang yang sihat dapat melakukan ibadah dengan baik. Namun sebaliknya apabila seseorang sakit, maka ibadahnya terganggu.

Rasul saw bersabda, “Pergunakanlah kesempatan yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sihatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim) Maka, untuk meyambut Ramadhan kita harus menjaga kesehatan dan stamina dengan cara menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, dan istirehat yang mencukupi.

#7 KETUJUH, Memberi Galakan Ramadhan untuk Ahli Keluarga.

Disamping persiapan secara individual, kita juga hendaknya melakukan persiapan secara kolektif, seperti melakukan tarhib (galakan) Ramadhan iaitu dengan mengumpulkan kaum muslimin khususnya ahli keluarga di masjid atau di tempat-tempat lain untuk diberi pencerahan mengenai puasa Ramadhan, adab-adab, syarat dan rukunnya, hal-hal yang membatalkannya atau amal ibadah lainnya.

Hal ini diperlihatkan sendiri menjelang bulan Ramadhan tiba, Rasul saw memberikan galakan mengenai puasa kepada para shahabat. Beliau juga memberi kabar gembira akan kedatangan bulan Ramadhan dengan menjelaskan perbagai keutamaannya.

Abu Hurairah ra berkata, “menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah saw bersabda, “Telah datang kepada kamu syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan kamu berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaithan-syaithan dibelunggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam itu, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi). Selain itu, banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Ramadhan. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah saw untuk memberi motivasi dan semangat kepada para sahabat dan umat Islam setelah mereka dalam beribadah di bulan Ramadhan.

Akhirnya, penulis mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut bulan Ramadhan yang sudah di ambang pintu ini dengan gembira dan mempersiapkan diri untuk beribadah dengan optimal. Selain itu kita berharap kepada Allah Swt agar ibadah kita diterima, tentu dengan ikhlas dan sesuai Sunnah Rasul saw. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan dan dapat meraih berbagai keutamaannya.

Suntingan daripada penulisan Muhammad Yusran Hadi

 

Isteri Dr Fadi : “Setiap kali aku memiliki sesuatu, pasti yang lainnya akan hilang pergi”

Kepada pentadbiran Allah jualah terpulang segala urusan, sebelum berlakunya dan sesudah berlakunya.

Ketika aku berkahwin pada tahun 2006 dan apabila Tuhanku merezekikan dan memuliakanku untuk menjadi peneman setia kepada landasan dakwah Fadi, aku teringat bahawa ketika itu aku telah hidup dengan bahagia, baik, dan mulia sekali di sebuah rumah yang ditemani oleh suami tercinta yang sentiasa menjaga perasaanku dan mengambil berat terhadap masa depanku. Akan tetapi aku hanya menghadapi satu kesempitan dalam hidupku iaitu lambatnya untuk aku mendapat anak.

Aku tidak putus berdoa kepada Allah siang dan malam agar mengurniakanku zuriat yang baik dan soleh supaya ianya menjadi penyejuk mata kami di dunia dan akhirat.

Berapa banyak aku telah berdoa :

“Tuhanku janganlah Engkau biarkanku keseorangan kerana sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang mewarisi”

Berapa banyak aku telah berdoa :

“Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku dari sisiMu zuriat keturunan yang baik; sesungguhnya Engkau sentiasa Mendengar (menerima) doa permohonan”

Berapa banyak juga aku telah berdoa :

“Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku anak yang terhitung dari orang-orang yang soleh”

Aku berada dalam keadaan sebegini selama 4 tahun setengah, sehinggalah aku berpindah ke Malaysia pada tahun 2011 dan di sanalah Tuhanku telah mengkabulkan doaku dan aku dikurniakan 3 orang cahaya mata ketika menetap di Malaysia. Sungguh, mereka memang benar-benar menjadi perhiasan kehidupan dunia. Mereka seolah-olah mencipta perisa baru dalam kehidupan kami dan mereka menjadikannya warna yang cukup istimewa.


Tetapi, masih ada lagi sesuatu yang tidak sempurna, iaitu jauhnya kehidupanku dengan ahli keluargaku serta perpisahanku dengan tanah airku. Berapa banyak aku telah berdoa dan berdoa serta aku mengharap agar Allah menghimpunkanku bersama dengan mereka.

Lalu Allah memperkenankan doaku selepas 7 tahun dan Dia menghimpunkanku dan orang-orang yang aku cintai. Aku pun pulang ke tanah airku, akan tetapi di sini, aku telah kehilangan sesuatu yang sangat penting iaitu suamiku yang istimewa dan yang sentiasa dirindui yang telah memenuhkan kehidupanku dengan cinta dan kebaikan. Maka aku lantas berdoa kepada Allah Taala supaya mencampakkan kepadaku kesabaran, mengikat hatiku, dan agar Dia menghimpunkanku dengan roh hatiku di dalam Firdaus yang tertinggi.


Peristiwa ini ianya seakan-akan seperti perubahan yang aku rasai dalam kehidupanku yang telah diajarkan Tuhanku bahawa hidup sebagai seorang mukmin ini selamanya tidak akan lengkap kerana ia adalah medan untuk diuji.

Jika aku memiliki segalanya, aku akan terlupa kenikmatan untuk berlindung kepadaNya serta merayu kepada kemuliaanNya. Tetapi, setiap kali aku memiliki sesuatu, mesti yang lainnya akan hilang pergi, dan apa yang hilang tersebut, Tuhanku akan menggantikannya dengan yang lain.

Tuhanku telah mengajarku nikmat penggantungan kepada kelebihan kehebatanNya.

Tuhanku telah mengajarku bahawa nikmat kehidupan itu tiada apa-apa.

Tuhanku telah mengajarku bahawa kehidupan sebenarnya ialah kehidupan akhirat.

Tuhanku telah mengajarku tentang redha dengan Qada dan Qadar.

Ya Allah, teguhkanlah hatiku.

Kepada pentadbiran Allah jualah terpulang segala urusan, sebelum berlakunya dan sesudah berlakunya.

Terjemahan : Kun Anta

Kisah Nabi Musa : Episod 26

Ketika Firaun sedang mabuk arak merayakan kegembiraan kerana tidak lagi ditimpa serangan, tiba-tiba katak yang sangat banyak dengan bunyi yang membingitkan telinga melompat ke istananya.

Firaun dan kuncu-kuncunya tidak dapat tidur berminggu-minggu kerana bunyi katak yang sangat kuat menggangu mereka.

Cuba anda bayangkan katak menyerang rumah anda begitu. Ini dah bukan tahap geli dah, memang takut la kan.

Nefertari kemudiannya menghasut Firaun supaya membunuh nabi Musa dengan segera.

Dalam episod ini juga, kita dapat lihat bagaimanakah peristiwa sungai Nil bertukar menjadi darah.

Sambungan

Kisah Nabi Musa : Episod 25

Kutu penghisap darah pula menyerang istana Firaun kerana sikap degil dan keras kepalanya.

Anehnya, Asiah yang berada di istana yang sama tidak pula diserang kutu penghisap darah itu.

Manakala nabi Musa dan nabi Harun mempunyai kesabaran yang sangat tinggi demi menyampaikan dakwah, kalau kita dapat belajar sabar seperti baginda berdua kan bagus.

Menteri Firaun mengadap nabi Musa buat kali ketiga pula untuk meminta baginda berdoa supaya azab serangan kutu penghisap darah ditarik balik.

Seperti biasa, mereka berjanji akan beriman dan melepaskan hamba abdi jika azab itu ditarik kembali.

Malangnya, mereka bukan sahaja melanggar janji bahkan menuduh nabi Musa membuat kezaliman kepada mereka.

Sambungan

Kisah Nabi Musa : Episod 24

[Serangan belalang kepada tanaman penduduk Mesir menyebabkan negara itu lumpuh]

Firaun buntu untuk menyelesaikan masalah itu, lalu menteri yang sama memberikan pandangan kepada Firaun untuk menyelesaikan masalah itu.

Keras kepala betul Firaun dan kuncu-kuncunya. Setelah mereka ditimpa banjir besar dan serangan belalang tetapi sikapnya tetap tidak berubah.

Janji mereka kepada nabi Musa dicapati, bukan ditepati.

Sambungan

Kisah Nabi Musa : Episod 23

Salah seorang menteri Firaun memberikan cadangan yang “bernas” untuk menyelesaikan masalah banjir yang Allah timpakan ke atas mereka selama beberapa minggu

Dalam episod ini juga, Allah telah memerintahkan tentera kecil-Nya untuk menyerang Firaun dan kuncu-kuncunya kerana telah membuat janji palsu kepada nabi Musa.

Saksikan!!! Siapakah tentera kecil yang telah dihantar itu???

Sambungan

Kisah Nabi Musa : Episod 22

‘’Wahai kaum, pada hari ini, kerajaan di muka bumi ini adalah milik kamu, siapakah pula yang akan menolong kamu dari azab Allah jika ia datang secara tiba-tiba?’’

Ujar seorang pembesar yang beriman kepada pembesar-pembesar Firaun yang lain.

Namun, mereka tetap berkeras hati untuk menerima kebenaran.

Disebabkan Firaun dan pembesarnya tidak mahu beriman juga, akhirnya Allah menghantar satu bala kepada mereka.

Saksikan apakah bala tersebut.

Sambungan

Kisah Nabi Musa : Episod 21

Episod kali ini memaparkan ‘seekor’ makhluk yang bernama Qarun.

Qarun adalah antara makhluk yang paling angkuh dan sombong serta tidak sedar bahawa semua harta yang dimilikinya adalah bersifat sementara.

Dalam episod ini juga memaparkan betapa kuatnya fitnah seorang gadis yang dilakukan ke atas nabi Musa. Namun, fitnah itu diakhiri dengan dia beriman kepada Allah dan dakwah nabi Musa.

Sambungan

Kisah Nabi Musa : Episod 20

Setelah Firaun dimalukan di hadapan hamba-hamba Bani Israrel, dia berhasrat untuk membalas dendam ke atas nabi Musa.

Lalu Firaun mengundang ahli sihir yang terhebat untuk menentang mukjizat nabi Musa tersebut.

Maka berlakulah kisah yang sangat menakjubkan iaitu kisah nabi Musa dan ahli-ahli sihir.

Setelah ahli sihir dikalahkan oleh nabi Musa, mereka sedar bahawa ini adalah mesej daripada Allah agar mereka beriman kepadaNya.

Lalu mereka terus beriman kepada Allah Yang Satu.

Sambungan

Kisah Nabi Musa : Episod 19

Maka bermulalah penyerahan mukjizat kepada nabi Musa untuk berhadapan dengan Firaun.

Ketika ini jugalah nabi Musa dilantik oleh Allah untuk menjadi rasul untuk berdakwah kepada hamba yang paling angkuh dalam dunia iaitu Firaun. Lalu baginda dan nabi Harun menuju masuk ke istana untuk bersemuka dengan Firaun. Baginda hanya meminta supaya hamba-hamba Bani Israel dibebaskan dari cengkaman Firaun sahaja kerana mereka adalah hamba Allah.

Namun, saksikanlah apa yang dilakukan Firaun.

Sambungan