Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadis:
وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ
“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat melainkan seperti seseorang daripada kamu mencelupkan jarinya ke dalam laut, maka lihatlah apa yang kembali pada jarinya itu.” (HR Muslim)
Bayangkan ketika kita mencelup jari ke dalam laut. Berapa banyak air yang melekat pada hujung jari? Itulah perumpamaan dunia jika dibandingkan dengan akhirat? Terlalu sedikit, terlalu sementara.
Namun kita sering memperlakukan dunia seolah-olah ia segala-galanya. Kita kejar pengiktirafan, kita risau kehilangan, kita takut penuaan. Sedangkan setiap hari sebenarnya membawa kita semakin dekat kepada pertemuan dengan Allah.
Hadis ini mengajar kita bukan untuk meninggalkan dunia, tetapi untuk tidak menjadikan ia tujuan akhir.
Jika usia semakin menghampiri 40, ini waktu terbaik untuk berhenti seketika dan bermuhasabah.
Buku Sebelum Nafas Terakhir Dihembuskan ditulis khusus sebagai panduan ilahi untuk mereka yang telah mencecah fasa ini agar hidup tidak sekadar berlalu, tetapi dipersiapkan menuju akhirat.
Boleh dapatkan di bawah :

















