Penjelasan tentang Video “I, Pet Goat It II”

“I, Pet Goat It II” adalah sebuah animasi yang sarat dengan pesan simbolisme yang esoterik. film ini tidak berdialog, tetapi setiap simbol menceritakan sebuah kisah yang meliputi bidang sejarah, politik, konspirasi gaib dan spiritualitas. Kita akan kupas makna esoteris di balik film “I, Pet Goat it II”.

Diproduksi oleh Heliofant Kanada, I, Pet GOat it II adalah film animasi pendek yang beredar di internet. Film ini sangat dipuji karena prestasi dan citra visualnya yang menarik, Namun video ini banyak meninggalkan arti tentang simbolisme nya. Politik, konspirasi dan operasi bendera palsu dicampur dengan spiritualitas esoteris dan simbolisme okultisme dalam satu wadah yang besar.

Setelah menyaksikan video tersebut, mungkin banyak yang mengatakan seperti “What the hell did i just watch?”. Cerita ini agak non-linear dan ada unsur-unsur samar dan penuh teka-teki dalam film ini. Saya tidak akan menceritakan secara penuh decode setiap simbol yang ada pada video tersebut, tapi banyak pesan simbolisme yang mudah dimengerti dari video tersebut.

Umumnya, film ini terlihat seperti menceritakan tentang politik dan sosial pada dekade terakhir – lengkap dengan Presiden boneka, Bendera Palsu dan pikiran mengendalikan tukang sihir. Lalu, melalui sosok Kristus(Christ), kita meninggalkan semua kesedihan di belakang untuk memasuki era baru yang cerah. Singkatnya, cerita adalah tentang kemenangan spiritual terhadap kekuatan kegelapan.

Dengan simbol di Dahinya
Video dimulai dengan adegan yang menarik: Seekor kambing di dalam box dalam bentuk yang menjadi semacam penahanan (FEMA) perkemahan. Kambing ini memiliki bar-code di atas kepalanya dengan angka 6 6 6 di bawahnya. Menururtku, Si Kambing Pet adalah tentang pembebasan dari kekuatan kegelapan, ini adegan pertama tampaknya menggambarkan sebaliknya. Apakah kambing ini mewakili mereka yang telah “masuk box”, dengan bar-kode dan pencucian otak oleh sistem korup? Penggunaan kata ganti “aku” dalam judul menyiratkan bahwa kambing pada kenyataannya, adalah penonton sendiri.

A. Pertunjukan Boneka dalam Politik

Di bagian pertama dari video, seorang guru yang tersembunyi mengontrol George “Dubya” Bush seperti boneka di dalam ruang kelas. Ketika pesawat menghantam World Trade Center pada bulan September 2001, Bush berada di dalam kelas membaca buku “My Pet Goat to Children”. Dengan lantai kelas kotak-kotak simbol dari Masonik, mungkin menandakan bahwa sandiwara ini keseluruhan memiliki komponen ritualnya.

Bush Menari dengan Altar Masonik dan Cahaya lampu yang membentuk Star David

Berapa simbol yang kalian lihat pada gambar ini, cukup mencolok kan..? XDD
Bush memakai sebuah topi seperti orang bodoh, yup, topi kerucut ini diberikan kepada anak yang “Lola a.k.a SLB” untuk menghina mereka. Ketika Bush selesai dengan tingkah laku bodohnya, dia keluar dan berubah menjadi Obama, seorang pria menawan dan terhormat mengenakan topi wisuda bagus dan menyenangkan, tapi akhirnya dia mulai membuat penonton tertawa. Faktanya, ketika ia perlihatkan respon yang sempurna untuk kebodohan di era Bush. Dia hanyalah boneka lain dikendalikan oleh dalang yang sama.

Sementara sebagian besar penonton benar-benar menyadari apa yang terjadi..

While the masses appear to be deaf, dumb and blind (and restrained by barb wire), this little girl realizes that “this apple is not hers and drops it”. Obama is concerned by the awakening of this girl.
Lalu kita dibawa ke luar dengan cuaca dingin dan bersalju di sekitar sekolah. Lihat Di dinding, ada graffiti dengan sebuah pesan dibaliknya.

Tulisan graffiti “Psalm 23″ di tembok sekolah
Ayat Alkitab yang muncul dengan tulisan grafiti adalah untuk meramalkan perjalanan baru saja akan dimulai.

TUHAN adalah gembalaku, aku tidak memiliki apa-apa. Dia membuat saya berbaring di padang rumput hijau, ia membawa saya di samping air yang tenang, ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Meskipun aku berjalan dalam lembah kekelaman aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, mereka kenyamanan saya. Kau mempersiapkan meja di depanku di hadapan musuh-musuhku. Kau mengurapi kepalaku dengan minyak; meluap cangkirku. Sesungguhnya kebaikan dan cinta akan mengikuti saya sepanjang hari-hari hidup saya, dan Aku akan diam di rumah Tuhan selamanya.

– Psalm 23, NIV

B. Dunia diambang Kehancuran 

Dunia di luar gelap, dingin dan seperti dalam pembusukan. Sangat menyedihkan, korup dan semuanya bergetar dan runtuh ke bawah.

Pada satu titik, dua menara – mengingatkan pada WTC – jatuh. Kemudian kami belajar bahwa itu adalah pekerjaan orang dalam.

Bin Laden memakai lencana CIA, mengisyaratkan fakta bahwa dia adalah alat yang digunakan oleh pemerintah Amerika untuk memajukan agendanya. Dan bulan sabit, simbol yang berhubungan dengan Islam, yang mungkin merupakan cara untuk mengatakan bahwa semua hal ini Al-Qaeda adalah penyimpangan dan eksploitasi Islam.
Sementara kebocoran minyak dimana-mana, Patung Liberty, diganti namanya oleh pembuatnya menjadi “Lady of Helotry” (“helotry” berarti perhambaan atau perbudakan).

Patung Liberty dengan Star David, Amerika dan Israel ?
Kini dunia runtuh di ambang kehancuran..

Sebuah Masjid yang dihancurkan oleh Kapal tembakan Jets

Ini pekerja bernama Latino yang tenggelam, bersama dengan palu dan sabit – mewakili hilangnya Marxisme di berbagai negara dunia ketiga. Di website rasmi Heliofant dikatakan bahwa : “After years of economic exploitation and the environmental degradation, Juan “Pepito” has a decidedly sinking feeling.”
C. Pemikiran dikuasai

Dunia ini di bawah mantra sebuah penyihir jahat bernama Draco.

“The Sorcerer, the unseen hand and spirit of madness seeking ever more control through trickery, lies, poisons, false-flag events, wars, and mountains of bureaucratic and legal framework to siphon off the energy of the inhabitants of the earth. He fears the light of day as he fears life itself, and operates in the shadows. His greatest power is his hold on the issuance of the currency.”

Apakah ini terdengar seperti apa yang kita sebut Illuminati?

Cara yang sama Illuminati berusaha untuk mencuci otak anak-anak sejak lahir, Drako memangsa anak yang belum lahir yang bernama Ludovic.

Draco dengan reptilia matanya menuggu kelahiran Ludovic

Dalam tradisi esoteris, simbol dari telur ular yang terjalin dikenal sebagai Telur gaib. Singkatnya, itu merupakan benih tersembunyi hidup dan berpotensi tak terhingga dari ciptaan. Dengan kata lain, sementara anak ini tampaknya putus asa, ia masih memiliki kekuatan untuk mencapai potensi penuh.

Ketika telur menetas dan anak lahir, Drako mengambil kendali dari pikirannya dengan cara yang menakutkan.

Drako has the pyramid and all-seeing eye found on the US dollar bill on his chin. Not only does it represent the fact that he controls currency, it also represents the Illuminati. Underneath Drako’s eyes is the saying “Ordo Ab Chao” – meaning Order Out of Chaos, the occult elite’s favorite slogan. Also, the dude has only one eye open. Could he, like, more represent the Illuminati?
D. Terbebas

Di tengah semua kekacauan ini, muncul seseorang dengan kekuatannya untuk membuat segalanya menjadi benar.

Sosok yang menggambarkan Yesus pada film ini
Sosok seperti Kristus memiliki mata ketiga, dilukis tepat pada kelenjar pineal, yang mengacu pada konsep penerangan rohani. Segitiga di atas matanya merupakan keilahian dan pencahayaan yang mengarah ke kontak tersebut dengan kodrat ilahi dari dirinya. Simbol pada dahi Kristus bertentangan dengan piramida di dagu Drako. Sementara kedua tokoh menanggung simbol yang sama di wajah mereka, Kristus memliki simbol yang “benar” dan Drako memilikinya secara terbalik / terbalik, yang berarti bahwa ia telah merusak simbol-simbol kuno.

Oleh pembuat videonya dia dinamakan “The Fire of Truth”, sosok Kristus ini tidak dimaksudkan untuk menjadi Yesus Kristus dalam versi aslinya, tetapi representasi dari konsep Kristus batin seperti yang didefinisikan oleh Gnostisisme. Sekarang ini esoteris agama Kristen, adalah potensi ditemukan di setiap orang untuk mencapai tempat yang tinggi melalui penerangan spiritual. Yang dikutip pada website Heliofant, The Fire of Truth sebagai berikut :

“That’s YOU!!! when you stand in the awareness of your sonship with the Divine and the brotherhood of mankind!!! “

Ketika sosok Kristus menghembuskan Api Kebenaran di dunia, beberapa karakter yang tertindas atau menderita, hidup kembali, seperti Ludovic, anak di dalam telur. Juga, Aali, seorang anak Muslim kecil yang muncul belur yang telah mati, lalu bangkit kembali.

Aali bangkit dan menari Berputar seperti tarian kuno sufi
Anak itu adalah melakukan tarian berputar seni kuno sufi, yang dilakukan oleh Darwis Sufi.

“The mysteries of the Islamic faith are now in the keeping of the dervishes – men who, renouncing worldliness, have withstood the test of a thousand and one days of temptation. Jelal-ud-din, the great Persian Sufic poet and philosopher, is accredited with having founded the Order of Mevlevi, or the “dancing dervishes,” whose movements exoterically signify the motions of the celestial bodies and esoterically result in the establishment of a rhythm which stimulates the centers of spiritual consciousness within the dancer’s body.”

– Manly P. Hall, The Secret Teachings of All Ages

Whirling Dervishes
The rebirth of the Muslim boy as a Whirling Dervish signals that there is a link between him and the Inner Christ: Both represent initiation into esoteric schools, which all have a common goal – the contact with divinity through spiritual illumination. Other religions with esoteric undercurrents such as Hinduism (represented by a dancing Shiva), are also represented in the movie. Is the Christ figure maybe the Anti-Christ deceiving all religions into following him? Perhaps.

When the Christ figure exits the Cathedral, the building (which was guarded by an evil-looking gargoyle) crumbles behind him.

In this new era of spiritual enlightenment, elaborate man-made buildings become unnecessary and outdated. They therefore crumble and disappear.
Saat malam berubah menjadi hari esok, sosok Kristus membuka mata dengan berapi-api dan mengarah ke sinar matahari. Bunga teratai, simbol dari pencerahan spiritual dalam filsafat Timur, muncul di belakangnya, membenarkan kepada penonton bahwa jalan menuju kebebasan memang sebuah yang bersifat spiritual.

Conclusion

I, Pet Goat II has received widespread acclaim for its technical prowess and its original storytelling. Although there is no narration or dialogue, an elaborate story is delivered using the most ancient and universal language in History: Symbolism. Through symbols, the movie manages to deliver an acerbic critique of today’s Western Civilization, to describe its numerous evils and even to predict its inevitable downfall. More importantly, a thorough decoding of the movie’s symbolism reveals a powerful message of spiritual enlightenment based on ancient Mysteries. While this esoteric aspect of the movie might not be understood by many, it is at the core of the movie and is presented as the ultimate solution to the evils and corruption of today’s world. The movie’s conclusion is therefore a very personal one: Either YOU become a pet goat with a 666 bar-code on your forehead or YOU become a Christ figure with a third eye on your forehead. This notion of personal enlightenment is definitively a Gnostic one and is common to most esoteric schools of thoughts in all civilizations.

Agreeing or disagreeing with the movie’s spiritual conclusion is a question of personal beliefs, but it is nevertheless obvious that those behind I, Pet Goat II are “in the know” about all things occult, esoteric and even conspiratorial. Each scene has a profound underlying story behind it – whether it be historical, political or spiritual – that would take pages and pages of words to thoroughly explain. Therein lie the power of symbols: They can simply be admired for their aesthetic beauty or they can, when fully understood, reveal a profound story about humanity, God and everything in between. (Kyosuke – the vigilantcitizen)

Sumber : kyosuke-saito.blogspot.my

Leave a Reply