Jangan abaikan Mengurus  Emosi dalam Rumahtangga

PENGURUSAN EMOSI

Di samping pengurusan rumah, kewangan dan sebagainya, pengurusan emosi selalu saja diabaikan. Sedangkan pengurusan emosi mendapat kedudukan terpenting dalam pengurusan keluarga.

Kita perlu mengurus perasaan, sangkaan, rasa hati dan sebagainya yang memancing emosi serta menjadikan komunikasi rumahtangga tegang, hambar, kering dan menyakitkan.

Kita perlu tahu mengurus emosi kita ketika berdepan dengan tabiat buruk yang sudah menjadi darah dagingnya, anak anak yang degil dan sebagainya.

Ada pasangan kita yang cepat merajuk, cepat marah, pengotor, gopoh dan sebagainya. Begitu juga anak anak dengan pelbagai karenah. Apabila kita gagal mengawal emosi kita mustahil kita dapat mengawal dan merubah semua kepincangan ini. Bahkan kita akan rasa tertekan, kecewa, putus asa bahkan mengambil tindakan yang menambah kekalutan hidup kita.

Bagaimana mengurus emosi anda?

Salah satu sarana untuk mengurus emosi adalah tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang mungkin perlu kita perdetailkan diwaktu yang lain.

Bahkan saya selalu menjadikan elemen ini sebagai isi utama dalam ceramah, seminar atau bengkel yang saya uruskan.

Emosi kita menjadi tidak terurus jika apabila kita tidak benar benar mengenali Allah sehingga kita merasa percaya, lapang hati dan pasrah dengan segala ketentuanNya.

Allah adalah Pemilik dunia dan kehidupan, Dia adalah Pengurus takdir dan Penentu masa depan kita. Bahkan Dialah yang menggerakkan awan, menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh tumbuhan, menghidup dan mematikan serta mengatur rezeki, jodoh dan ajal maut kita.

Apabila kita tidak memahami, meyakini dan merasai hakikat ini maka jiwa kita akan sentiasa berkelah kesah.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al Baqarah:155)

Oleh itu, perlu kita mengenali dan menanam kecintaan kepada Allah disamping menanggalkan pengharapan, pergantungan kepada selainNya.

Kredit penulisan: Cg. Azmi Bahari

Leave a Reply