“Isteri sudah tidak secantik dahulu, suami mula menggatal” Ini pesanan seorang cikgu buat para suami dan bakal suami

Setiap kita yang telah dan ingin membina rumahtangga tentu sangat menginginkan rumahtangga yang bahagia sehingga ke hujung nyawa.

Tentu kita menginginkan kehidupan rumahtangga yang tenang, bahagia dan berlangsung tanpa masalah.

Namun itu bukanlah lumrah kehidupan. Kita pasti akan diuji, begitu juga rumahtangga dan pasangan hidup kita.

Ujian akan datang menimpa bersilih ganti. Sekurang-kurangnya pasangan hidup kita semakin tua dan semakin berkedut. Setiap kali kita menatap wajahnya semakin terasa kasih kita semakin berkurangan.

Apa yang akan mengekalkan perasaan kasih terhadap pasangan kita?

Ya.. sentiasalah menghargai pengorbanan dan susah payahnya untuk kita. Tutuplah sebelah mata kita terhadap kelemahan dan kesilapannya. Kalau sesekali ia melakukan kesalahan… bayangkan pulak sekian banyak kesalahan kita. Kita sama2 manusia biasa.

Ingat! Kalau dicari…. kita akan temui beribu kesilapan dan kelemahannya tapi apa gunanya untuk rumahtangga kita yang semakin berusia, untuk anak2 yang semakin meningkat dewasa.

Lihatlah rumahtangga kita sebagai mihrab dalam mencari redha Allah. Bukan sekadar untuk pahala ibadah tapi juga untuk setiap kemaafan yang kita berikan tanpa dipinta ada janji2 pengampunan dosa kita oleh Allah SWT. Bahkan setiap kemaafan itu akan merawat jiwa dan luka.

Berdoalah… Ya, berdoalah agar Allah sentiasa menyuburkan rasa cinta kita pada keluarga dan pasangan hidup kita. Agar Allah menjadikan wajah pasangan kita sentiasa cantik dan muda pada pandangan mata kita. Jika kita meneliti liku2 hidup kita yang telah dan akan kita lalui… kita akan dapati kita tidak akan mampu tempuhinya tanpa pertolongan Allah SWT.

Kredit penulisan: Cg. Azmi Bahari

Leave a Reply